Pages

Selasa, 26 Maret 2013

Penalaran Deduktif


Pengertian Penalaran Deduktif

Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus

Minggu, 17 Maret 2013

Penalaran Induktif




Pengertian  Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Penalaran merupakan proses berfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan penalaran deduktif.


Penalaran Induktif




Pengertian  Penalaran

Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Penalaran merupakan proses berfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan. Dari prosesnya, penalaran itu dapat dibedakan sebagai penalaran induktif dan penalaran deduktif.



Persyaratan yang Diperlukan Dalam Bernalar

Jika seseorang melakukan penalaran, maksudnya tentu adalah untuk menemukan kebenaran. Kebenaran dapat dicapai jika syarat – syarat dalam menalar dapat dipenuhi.
Suatu penalaran bertolak dari pengetahuan yang sudah dimiliki seseorang akan sesuatu yang memang benar atau sesuatu yang memang salah.
 Dalam penalaran, pengetahuan yang dijadikan dasar konklusi adalah premis. Jadi semua premis harus benar. Benar di sini harus meliputi sesuatu yang benar secara formal maupun material. Formal berarti penalaran memiliki bentuk yang tepat, diturunkan dari aturan – aturan berpikir yang tepat sedangkan material berarti isi atau bahan yang dijadikan sebagai premis tepat.


 Macam-Macam Penalaran

Penalaran memiliki berbagai macam metode, diantaranya adalah :
1.    Penalaran Metode Induktif
Penalaran Metode Induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum. Macam-macam bentuk dari penalaran metode induktif , yaitu :
a.        GENERALISASI

Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili. Generalisasi juga di sebut induksi tidak sempurna ( lengkap ). Guna menghindari generalisasi yang terburu – buru, Aristoteles berpendapat bahwa bentuk induksi semacam ini harus di dasarkan pada pemeriksaan atas seluruh fakta yang berhubungan, tapi semacam ini jarang di capai. Jadi kita harus mencari jalan yang lebih prakis guna membuat generalisasi yang sah. Adapun tiga cara untuk menentukan generalisasi :
  
   i.        Menambah jumlah kasus yang di uji, juga dapat menambah probabilitas sehatnya generalisasi. Maka harus seksama dan kritis untuk menentukan apakah generalisasi ( mencapai probabilitas ).

   ii.        Hendaknya melihat adakah sample yang di selidiki cukup representatif mewakili kelompok yang di periksa.

    iii.        Apabila ada kekecualian, apakah juga di perhitungkan dan di perhatikan dalam membuat dan melancarkan generalisasi?

b.  ANALOGI

Analogi Induktif adalah suatu cara berfikir yang di dasarkan pada persamaan yang nyata dan terbukti. Jika memiliki suatu kesamaan dari yang penting, maka dapat di simpulkan serupa dalam beberapa karakteristik lainnya. Apabila hanya terdapat persamaan kebetulan dan perbandingan untuk sekedar penjelasan, maka kita tidak dapat membuat suatu kesimpulan. Pemikiran ini berangkat dari suatu kejadian khusus ke suatu kejadian khususnya lainnya, dan menyimpulkan bahwa apa yang benar pada yang satu juga akan benar pada yang lain.

c.     HUBUNGAN KAUSALITAS

Hubungan kausalitas merupakan sebab sampai kepada kesimpulan yang merupakan akibat atau sebaliknya. Pola yang umum dipakai adalah sebab ke akibat dan akibat ke sebab. Ada 3 jenis hubungan kausal, yaitu:

i.                    Hubungan sebab-akibat.
Hubungan sebab-akibat dimulai dengan mengemukakan fakta yang menjadi sebab dan kesimpulan yang menjadi akibat. Pada pola sebab ke akibat, gagasan pokok merupakan akibat, sedangkan gagasan penjelas sebagai sebab.

ii.                  Hubungan akibat-sebab.
Hubungan akibat-sebab dimulai dengan fakta yang menjadi akibat, kemudian dari fakta itu dianalisis untuk mencari sebabnya.

      iii.        Hubungan sebab-akibat-akibat.
Hubungan sebab-akibat-akibat dimulai dari suatu sebab yang dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua, seterusnya hingga timbul rangkaian beberapa akibat.


 Source :
http://inezjohn.blogspot.com/2013/03/penalaran-induktif.html

Senin, 08 Oktober 2012

Ulasan NewCastle United Vs Manchester United


Ada yang berbeda saat Manchester united (MU) memetik kemenangan telak 0-3 atas lawannya Newcastle  United di Sport Direct Arena .Pasalnya Formasi yang di pasang tidak lagi memanfaatkan sayap –sayap seperti biasanya .Kali ini Sir Alex menurunkan Formasi dengan 2 gelandang bertahan 3 gelandang menyerang  dan satu penyerang di line up .Memang biasanya Manchester United (MU) lebih kental memainkan permainan melebar ke sayap.
Sir Alex menyebut ia memainkan 4-4-2 diamond ,ia juga mengatakan ini kedua kali nya MU memainkan pola permainan yang sama ,setelah di pertengahan pecan lalu menghadapi CFR Cluj di Liga Champions .

Minggu, 07 Oktober 2012

Menumbuhkan Sikap Bahasa yang Positif terhadap Bahasa Indonesia




Bahasa merupakan salah satu penunjang  komunikasi,hampir setiap orang menuturkan suatu tatanan kata dalam bentuk bahasa untuk dapat  berkomunikasi dengan orang lain .Bahasa biasanya disesuaikan pula dengan lingkungan sekitar .Saat ini biasanya seorang lebih senang menciptakan suatu tatanan bahasa baru yang menurut mereka lebih nyaman ,luwes ,dan santai . Munculnya tatanan bahasa Indonesia yang dicampur dengan bahasa asing seakan menjadi tren tersendiri  di  masyarakat.Walaupun bahasa itu lebih terkesan menyimpang dari tatanan bahasa induk ataupun EYD. Menghilangkan kebiasaan itu bisa dimulai dengan cara menumbuhkan sikap positif terhadap bahasa Indonesia.