Pages

Senin, 21 April 2014

Mengapa harus open source

Open Source Software (OSS) adalah jenis perangkat lunak komputer yang kode sumber pemrogramannya terbuka bagi setiap pengguna. Tiap orang dapat melihat, mengubah, atau memodifikasi kodenya, dan mendistribusikannya lagi.
Umumnya software open source dikembangkan secara kolaboratif oleh publik dan hasilnya bebas dimanfaatkan oleh siapa saja secara gratis. Berbeda dengan software komersial yang dikembangkan vendor tertentu dan untuk menggunakannya kita harus membayar lisensinya.

dengan menggunakan software open source itu sendiri ada keuntungan dan kerugiannya:
keuntungannya 
1.biasa software open source itu banyak komunitas nya sehingga bila,terjadi sebuah deadlock ketika mengolah nya,kita akan lebih mudah mendapatkan solusi.
2.source code program terbuka,sehingga kita bisa mengeksplorasi dan mempelajarinya.kita juga bebas untuk menyebarluaskannya.
dibalik keuntungannya juga ada kerugiannya
1.biasa software software open source tidak digunakan oleh perusahaan perusahaan ,karena support nya kurang kuat.
2.perkembangan software itu tersendiri tergantung bagaimana komunitas atau individu itu sendiri.

sebagian di kutip dari 
http://www.komputeran.com/2012/07/mengenal-apa-itu-open-source-dan.html

Minggu, 20 April 2014

Sertifikasi Profesional TI (Adobe Certified)

Sertifikasi bisa disebut sebagai jalan untuk seseorang untuk membuktikan kualitas ia dibanding rekan kerja atau seprofesi,atau ia sendiri punya nilai lebih. Ada banyak keuntungan yang dapat menjadi tambahan alasan untuk mempertimbangkan mengambil sertifikasi ,khususnya sertifikasi bidang Teknologi informasi,ada perumpamaan “indeks prestasi tinggi akan memberikanmu banyak lapangan pekerjaan ,tapi sertifikasi akan memberikanmu lapangan pekerjaan dan pendapatan sesuai dengan dirimu”,Perusahaan tertentu akan lebih memandang lebih seseorang dengan sertfikasi.ya,karenasertifikasi bisa merupakan pengakuan atas kredibilitas dan kompetensi seseorang.Orang dengan sertifikasi akan lebih punya kredit lebih

Sertifikasi professional TI sendiri di bagi menjadi 3 ,yaitu:
  • Dikembangkan oleh Profesional Society, sebagai contoh British Computer Society (BCS), Australian Computer Soicety (ACS), South East Asian Regional Computer Confederation (SEARCC) etc
  • Dikeluarkan oleh Komunitas suatu profesi, sebagai contoh Linux Profesional, SAGE (System Administration Guild), CISA(IS Auditing) [http://www.isaca.org/]
  • Dikeluarkan oleh vendor sebagai contoh MCSE (by Microsoft), CCNA (Cisco), CNE (Netware), RHCE (Red Hat) etc. Biasanya skill yang dibutuhkan untuk memperoleh sertifikat ini sangat spesifik dan sangat berorientasi pada suatu produk dari vendor tersebut.

Minggu, 30 Maret 2014

Mengenai Black Box dan White Box Testing

WHITEBOX TESTING
- Pengertian White Box Testing

White Box Testing merupakan cara pengujian dengan melihat ke dalam modul untuk meneliti kode-kode program yang ada, dan menganalisis apakah ada kesalahan atau tidak. Jika ada modul yang menghasilkan output yang tidak sesuai dengan proses bisnis yang dilakukan, maka baris-baris program, variabel, dan parameter yang terlibat pada unit tersebut akan dicek satu persatu dan diperbaiki, kemudian di-compile ulang.


- Dengan menggunakan white box akan didapatkan kasus uji yang :
• Menguji semua keputusan logikal
• Menguji seluruh Loop yang sesuai dengan batasannya
• Menguji seluruh struktur data internal yang menjamin validitas

Rabu, 27 November 2013

Dampak positif dan negatif mengikuti jejaring sosial

Social Media atau lebih dikenal dengan jejaring sosial sudah merambah ke berbagai kalangan. Muda, tua, laki-laki, perempuan, pekerja, pelajar, mahasiswa sampai anak-anak pun mengenal jejaring sosial. Di era tahun 2000-an, masyarakat Indonesia mulai mengenal situs jejaring sosial MIRC dan Friendster. Lalu yang paling fenomenal, yaitu dengan kehadirannya Facebook dan Twitter yang sampai saat ini masih eksis dan bersaing. Dengan berkembang dan bertambahnya situs jejaring sosial, sudah pasti memiliki dampak yang berbeda-beda bagi setiap penggunanya. Baik atau buruknya tergantung bagaimana masing-masing pengguna memanfaatkannya.

pemanfaatan perangkat telematika dalam bidang transportasi

    Telematika berasal dari bahasa prancis “Telematique” yang merujuk pada bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Teknologi Informasi merujuk pada asrana prasarana, sistem dan metode untuk perolehan, pengiriman, penerimaan, pengolahan, penafsiran, penyimpanan, pengorganisasian, dan penggunaan data yang bermakna. Para praktisi menyatakan bahwa “Telematics” adalah singkatan dari “Telecommunication” and “ informatics”  sebagai wujud dari perpaduan konsep Computin and Communication. Secara umum, istilah telematikadipakai juga untuk teknologi Sistem Navigasi/Penempatan Global atau GPS(Global Positioning System) sebagai bagian integral dari komputer dan teknologi komunikasi berpindah (mobile communication technology). Secara lebih spesifik, istilah telematikadipakai untuk bidang kendaraan dan lalulintas (road vehicles dan vehicle telematics).
Telematika transportasi adalah cabang teknologi yang mengintegrasikan telekomunikasi dan software engineering di bidang sistem transportasi. Saat ini bidang ini telah memainkan peran penting dalam manajemen efektif jaringan infrastruktur transportasi dan menyediakan kolaborasi optimum antara berbagai jenis tipe transportasi, atau yang dikenal dengan transportasi multimodal (multimodal transport).
Sistem transportasi cerdas, mendukung dan menyediakan berbagai jenis layanan transportasi ke institusi dan pribadi. Karena, kategori user di dalam layanan telematika transportasi adalah tidak homogen, maka berbagai jenis layanan harus disiapkan penyelenggara jasa.
User2 tersebut adalah sbb:
• Sistem Telematika Trafik
• Sistem Telematica Vehicle pada strategi kendali (Hybrid electric vehicle) cerdas
• Space Vector Modulation = Modulasi Vector Ruang (RVM)
• Matrix converter